Selasa, 12 Juli 2016
Blognya Marifatullah: KITAB LAYANG MUSLIMIN MUSLIMAN JILID-1
Blognya Marifatullah: KITAB LAYANG MUSLIMIN MUSLIMAN JILID-1: PAGUNEMAN PAPAHAMAN ELMU AGAMA & PA-TAUHIDAN Jejer bubukaning carita, nyaritakeun di hiji nagara jujuluk Ragatay...
Kamis, 26 Mei 2016
TAK BISA DAN TAK MAMPU
Hari ini adalah sudah Sembilan puluh hari bagi diri ini yang terperangkap dalam diam dan terus masih belum bisa untuk aktif bergerak nyata dengan berbaur dan bertindak aktif lagi,dan hanya diam seperti hidup ku hanya untuk berpikir dan menyendiri di kamar sendirian.
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Minggu, 22 Mei 2016
MALAM YANG TERASA MELELAHKAN
Udara terasa dingin,rintik hujan masih ada setelah turun deras semenjak magrib,diri ini di malam yang terasa dingin tidur menginap di rumah anak putri bungsuku yang telah melahirkan semenjak Kamis dan memberi diri ini rasa bahagia dengan hadirnya cucu lelaki pertama.
Seperti kebiasaan dengan diri ini semenjk 25 February 2016 lalu,dimana setiap malam kini diri ini tak lagi harus merasa ngantuk,tidurnya berubah jadwal di siang hari.
Dan untuk hal hal rutin pun menjadi berubah,seperti membuka kotak in box aplikasi atau memeriksa kotak in box email, dan sejenisnya,yang paling terasa dari berubahnya jam tidur adalah kegiatan untuk keluar rumah sebagai bukti bahwa manusia harus ikhtiar.
Diri ini ternyata memang harus pensiun saat ini,sebab memang sedari dulu pun hanyalah seorang pengangguran belaka.
Hanya yang paling terasa menjadikan pikiran diri ini terasa bimbang adalah,harapan yang selama 28 tahun di mohonkan agar bisa dan kembali membuktikan diri untuk berbakti serta ikut dengan nyata seutuhnya menyerahkan hidupku kepada belahan jiwaku,pujaanku,panutan serta junjunan yang tetap tiada bisa tergantikan.
Namun jika diri seperti saat ini dengan merubah jadwal tidur pun seperti berharap si pungguk merindukan bulan,apa yang bisa di buktikan untuk sang belahan jiwa.......
Ya Robbi ampunkanlah diri ini,tunjuki dan bimbinglah diri ini.......
Seperti kebiasaan dengan diri ini semenjk 25 February 2016 lalu,dimana setiap malam kini diri ini tak lagi harus merasa ngantuk,tidurnya berubah jadwal di siang hari.
Dan untuk hal hal rutin pun menjadi berubah,seperti membuka kotak in box aplikasi atau memeriksa kotak in box email, dan sejenisnya,yang paling terasa dari berubahnya jam tidur adalah kegiatan untuk keluar rumah sebagai bukti bahwa manusia harus ikhtiar.
Diri ini ternyata memang harus pensiun saat ini,sebab memang sedari dulu pun hanyalah seorang pengangguran belaka.
Hanya yang paling terasa menjadikan pikiran diri ini terasa bimbang adalah,harapan yang selama 28 tahun di mohonkan agar bisa dan kembali membuktikan diri untuk berbakti serta ikut dengan nyata seutuhnya menyerahkan hidupku kepada belahan jiwaku,pujaanku,panutan serta junjunan yang tetap tiada bisa tergantikan.
Namun jika diri seperti saat ini dengan merubah jadwal tidur pun seperti berharap si pungguk merindukan bulan,apa yang bisa di buktikan untuk sang belahan jiwa.......
Ya Robbi ampunkanlah diri ini,tunjuki dan bimbinglah diri ini.......
Sabtu, 21 Mei 2016
TIDAK ADA YANG SAMA DALAM SETIAP PIKIRAN
Dengan segala kebodohan dan kedunguan diri ini,ku tuliskan hal hal yang menyangkut isi dari pikiran diri ini,semoga menjadi bahan dan gambaran untuk menyempatkan membaca,karena memang saat ini diri ini tidak memiliki suatu pekerjaan rutin sejak tanggal 25 Pebdruari 2016,dan yang di hadapi adalah hanya memikirkan isi dari pada pikiran diri sendiri yang setiap saat jika terbangun dan ingat dengan kesadaran,
Sang diri ini hidup dan tinggal di kampung yang jauh dari kota,namun ritel seperti indomaret dan alfamart sudah ada,penerangan lampu listrik sudah masuk beberapa tahun lalu,orang orang di sekitar tempat tinggal diri ini yang kesehariannya sebagai pegawai Negeri ada dan tidak terlalu banyak,yang menjadi pengusaha pun hanya beberapa orang saja,yang menjadi karyawan swasta juga tidak terlalu banyak,dan kebanyakan sebagai tani baik petani penggarap atau petani buruh itu pun kini tidak seperti dulu dimana diri ini masih usia anak SD,yang menjadi kuli serabutan di pangkalan pangkalan matrial,tukang ojek,dan sopir angkot dan truk itu pun tidak banyak.
Dari jumlah penduduk di kecamatan tempat tinggal diri ini sebanyak kurang lebih 32.000 jiwa yang produktif mungkin hanya 30 hingga 40 % dan sisa nya hanyalah berpikir di tempat alias pengangguran.
Yang jadi pengangguran termasuk diri ini yang bodoh dan dungu juga ada dari kalangan yang punya latar belakang pendidikan setingkat sarjana,lulusan SMA,lulusan SMP,lulusan SD atau masih ada memang tidak bersekolah,alumnus pesantren dan rata rata pngangguran yang ada di sekitar tempat tinggalku dilihat dari faktor perekonomian kebanyakan termamsuk kepada kaum miskin.
Namun diri ini selalu memperhatikan dan bertanya dengan setiap orang baik teman , rekanan,beberapa orang yang jadi pengusaha,atau para pegawai negeri baik profesinya Guru pengajar atau instansi lain,atau para penda'i,juga para pengangguran,diri ini bertanya ," sesungguhnya yang paling di utamakan bila kesadaran hidup ini tiba setelah tertidur apa yang menjadi pikiran untuk di dapatkan?".
Di tahun 2013 diri ini yang bodoh dan dungu sering berkata seenaknya di tengah perkumpulan baik disaat berkumpul dengan para pendidik,berkumpul dengan para pengusaha,berkumpul dengan inteletual keilmuan,berkumpul dengan para inteletual agama,berkumpul dengan para tokoh tokoh baik kemasyarakatan,kepemudaan,atau para pengangguran seperti diri ini," Kita jangan sampai terbawa pusaran Pikiran kita sendiri dimana posisi Tuhan di gantikan dengan satu hal yang dinamakan UANG,sebab dari sekian orang orang yang ku tanya hal yang utama setelah bangun dari tidurnya hanya UANG yang jadi tujuan."
Uang sepertinya menyamakan sebagian bsar mengisi pikiran orang orang sekarang ini,namun cara dan upaya tiap orang beraneka ragam trik yang dilakukan,hanya sangat di sayangkan,hanya gara gara untuk mendapatkan UANG itu kebanyakan orang orang sekarang hampir melupakan kesadaran diri,bisa menghalalkan segala cara,yang uang,uang dan uang.
Sang diri ini hidup dan tinggal di kampung yang jauh dari kota,namun ritel seperti indomaret dan alfamart sudah ada,penerangan lampu listrik sudah masuk beberapa tahun lalu,orang orang di sekitar tempat tinggal diri ini yang kesehariannya sebagai pegawai Negeri ada dan tidak terlalu banyak,yang menjadi pengusaha pun hanya beberapa orang saja,yang menjadi karyawan swasta juga tidak terlalu banyak,dan kebanyakan sebagai tani baik petani penggarap atau petani buruh itu pun kini tidak seperti dulu dimana diri ini masih usia anak SD,yang menjadi kuli serabutan di pangkalan pangkalan matrial,tukang ojek,dan sopir angkot dan truk itu pun tidak banyak.
Dari jumlah penduduk di kecamatan tempat tinggal diri ini sebanyak kurang lebih 32.000 jiwa yang produktif mungkin hanya 30 hingga 40 % dan sisa nya hanyalah berpikir di tempat alias pengangguran.
Yang jadi pengangguran termasuk diri ini yang bodoh dan dungu juga ada dari kalangan yang punya latar belakang pendidikan setingkat sarjana,lulusan SMA,lulusan SMP,lulusan SD atau masih ada memang tidak bersekolah,alumnus pesantren dan rata rata pngangguran yang ada di sekitar tempat tinggalku dilihat dari faktor perekonomian kebanyakan termamsuk kepada kaum miskin.
Namun diri ini selalu memperhatikan dan bertanya dengan setiap orang baik teman , rekanan,beberapa orang yang jadi pengusaha,atau para pegawai negeri baik profesinya Guru pengajar atau instansi lain,atau para penda'i,juga para pengangguran,diri ini bertanya ," sesungguhnya yang paling di utamakan bila kesadaran hidup ini tiba setelah tertidur apa yang menjadi pikiran untuk di dapatkan?".
Di tahun 2013 diri ini yang bodoh dan dungu sering berkata seenaknya di tengah perkumpulan baik disaat berkumpul dengan para pendidik,berkumpul dengan para pengusaha,berkumpul dengan inteletual keilmuan,berkumpul dengan para inteletual agama,berkumpul dengan para tokoh tokoh baik kemasyarakatan,kepemudaan,atau para pengangguran seperti diri ini," Kita jangan sampai terbawa pusaran Pikiran kita sendiri dimana posisi Tuhan di gantikan dengan satu hal yang dinamakan UANG,sebab dari sekian orang orang yang ku tanya hal yang utama setelah bangun dari tidurnya hanya UANG yang jadi tujuan."
Uang sepertinya menyamakan sebagian bsar mengisi pikiran orang orang sekarang ini,namun cara dan upaya tiap orang beraneka ragam trik yang dilakukan,hanya sangat di sayangkan,hanya gara gara untuk mendapatkan UANG itu kebanyakan orang orang sekarang hampir melupakan kesadaran diri,bisa menghalalkan segala cara,yang uang,uang dan uang.
Rabu, 18 Mei 2016
YA ROBBIKU...
Saat ini,Kamis 19 Mei 2016,jam 01.03 wib,dimana diri ini baru pulang dari rumah anakku yang bungsu,Christina Ibti Ali yang semenjak dari Rabu pagi usia kandungannya sudah Sembilan bulan dan Ibunya sudah dari pagi menunggui di rumahnya.
Dan diri ini setelah sholat Isya juga menengok ke rumah putri bungsuku,ternyata disana sudah ada ikut menunggui kelahiran cucu pertamaku,nenek mertua,sang mertua laki lakinya,bibi bibinya juga saudara sauadara lainnya,juga mak paraji sakti sudah ada ikut membimbingnya..
Hingga jam 00.45 wib putri bungsuku akhirnya minta nunggu kelahirannya di rumah bersalin Bidan Eni di Tanjungrasa,maka Ibunya,suami dan mak paraji sakti serta bibinya akhirnya ke Tanjungrasa,sedang diriku pulang nunggu di rumah.
Insya Alloh ia harus selamat rahayu dengan lahiran ini ya Robbiku,dengan izin dan redha Mu ya Robbi,dan hanya kepada Mu saja aku memohon dan bergantung dari segala hal,amiin.
Dan diri ini setelah sholat Isya juga menengok ke rumah putri bungsuku,ternyata disana sudah ada ikut menunggui kelahiran cucu pertamaku,nenek mertua,sang mertua laki lakinya,bibi bibinya juga saudara sauadara lainnya,juga mak paraji sakti sudah ada ikut membimbingnya..
Hingga jam 00.45 wib putri bungsuku akhirnya minta nunggu kelahirannya di rumah bersalin Bidan Eni di Tanjungrasa,maka Ibunya,suami dan mak paraji sakti serta bibinya akhirnya ke Tanjungrasa,sedang diriku pulang nunggu di rumah.
Insya Alloh ia harus selamat rahayu dengan lahiran ini ya Robbiku,dengan izin dan redha Mu ya Robbi,dan hanya kepada Mu saja aku memohon dan bergantung dari segala hal,amiin.
Senin, 09 Mei 2016
HARUS BAGAI MANA KAH AKU?
Apakah akan terus begini dengan diriku? Oh tentu akan tetap seperti ini jika tidak di rubah oleh diri sendiri,sebab Tuhan tidak akan merubah keadaan suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak merubah nasibnya.
Dan apa yang harus diri ini kerjakan ? Ok itu yang mengetahui hanya diri sendiri dan Tuhan...
Kalau diri ini menyatakan " BINGUNG " dengan apa yang harus di mulai dan apa yang harus di kerjakan !
Itu harus tabah dengan penuh kesabaran serta harus rajin memohon petunjuk dan bimbingan kepada Tuhan dengan di wujudkan ihktiar mencari bukti kepada sesama.
Dan jika diri ini belum dan tidak mau berbicara dengan sesama yang dekat dengan lingkungan sendiri,karena alasan mereka semua dirasa kurang baik untuk diajak berbicara mengenai pekerjaan kehidupan...
Ya tetap memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan Petunjuk dan Bimbingan NYA karena Tuhan adalah Maha memberi Petunjuk dan Maha Pembimbing sebaik baik Pembimbing.
Titik.
Dan apa yang harus diri ini kerjakan ? Ok itu yang mengetahui hanya diri sendiri dan Tuhan...
Kalau diri ini menyatakan " BINGUNG " dengan apa yang harus di mulai dan apa yang harus di kerjakan !
Itu harus tabah dengan penuh kesabaran serta harus rajin memohon petunjuk dan bimbingan kepada Tuhan dengan di wujudkan ihktiar mencari bukti kepada sesama.
Dan jika diri ini belum dan tidak mau berbicara dengan sesama yang dekat dengan lingkungan sendiri,karena alasan mereka semua dirasa kurang baik untuk diajak berbicara mengenai pekerjaan kehidupan...
Ya tetap memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan Petunjuk dan Bimbingan NYA karena Tuhan adalah Maha memberi Petunjuk dan Maha Pembimbing sebaik baik Pembimbing.
Titik.
Rabu, 04 Mei 2016
PENGEMBARAAN PIKIRANKU
Saat ini sudah jam 00:50 wib,dan sudah hari Kamis,namun diri ini masih tetap terpaku dalam kebingungan dengan hal apa yang harus dikerjakan,sebab hidup ini membutuhkan syarat dan memerlukan satu pokok kegiatan yang tetap dinamis agar dalam menjalani hidup ini tetap nyaman.
Sedangkan bagi diri ini yang lemah kini sungguh tak berdaya,hanya rasa bingung dan jenuh lah yang kini terus bergolak di dalam pikiran,tidur di malam hari menjadi susah,bangun di siang hari terasa malas,untuk keluar dari rumahpun tak terpikirkan kalau hanya sekedar untuk nongkrong dan bergaul dengan orang orang sekitar,sebab hanya akan ngobrol kosong dan membicarakan kesulitan hidup masing masing.
Inilah nasib seorang yang tidak memiliki status,seorang pengangguran yang tidak memiliki keahklian,seorang bodoh yang tidak pernah ikut mengenyam pendidikan akademis,seorang yang hidup hanya memiliki impian dan harapan belaka.
Dan seperti kebiasaan yang sudah di jalaninya beberapa waktu ini,setelah terbangun dari tidur diri ini yang awal dilakukan seelah beres melaksanakan kegiatan wajibnya adalah membuka kotak informasi yang praktis yaitu hp,sebab ini dianggap yang paling penting di usia tua diri ini,karena memang tujuan hidup diri ini yang menjadi sebab dan di haruskan bagi diri ini adalah " Dia Pujaan qalbu ".
Dia terpisahkan tanpa ada bisa terdengar dan terlihat hampir 27 tahun lebih,dan kini dia ada bisa ku tahu,walaupun beberapa hari terakhir ini diri ini hanya bisa mengintip di halaman sosmed nya di FB,sebeb di Whatsapp nya mungkin dia sudah tidak lagi memeperhatikan dan mungkin diri ini juga tidak terlalu penting.
Memang diri ini secara pribadi mengakui siapa diriku,dan apa arti ku buat dia,namun bagi diri ini yang terpenting selalu menyalami dan mendoakan nya,sebab saat ini kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Gusti bagi diri ini adalah ini adanya.
Terkadang diri ini pun merasa malu sendiri,merindu dan mengharapkan dia sang pujaan qalbu yang jelas dan pasti kalau dia sudah berubah dari status dan gaya hidup,sedangkan diri ini dari pada berubah ke tingkatan yang lebih malah semakin terpuruk.
Memang setiap diri akan memanen sebanya yang ia tanam,hal ini ku sadari,semenjak 27 tahun dulu yang ku tanam bagi dia adalah harapan dan merindukannya,waktu ku lewati hanya untuk memohon dan meminta kepada Dia Robbiku agar diri ini sebelum berpulang bisa dipertemukan,bisa mendengar suaranya,bisa memandang bola matanya,bisa menangis di pangkuannya.
Sungguh apa yang ku minta dan ku mohonkan Gusti Robbi mewujudkannya,namun pikiran dan kemauan hatiku bertambah,ingin rasanya diri ini menzariahkan serta berbakti kepada dia pujaan qalbuku dengan nyata.
Namun apa yang akan dipersembahkan kepada dia,sebab ternyata diri ini tidak memiliki apapun selain rasa kasih,rasa cinta rasa rindu belaka.
Ohk ya Robbiku yang Maha Lembut lagi Maha Kaya.tlonglah diri ini ya Robb......
Sedangkan bagi diri ini yang lemah kini sungguh tak berdaya,hanya rasa bingung dan jenuh lah yang kini terus bergolak di dalam pikiran,tidur di malam hari menjadi susah,bangun di siang hari terasa malas,untuk keluar dari rumahpun tak terpikirkan kalau hanya sekedar untuk nongkrong dan bergaul dengan orang orang sekitar,sebab hanya akan ngobrol kosong dan membicarakan kesulitan hidup masing masing.
Inilah nasib seorang yang tidak memiliki status,seorang pengangguran yang tidak memiliki keahklian,seorang bodoh yang tidak pernah ikut mengenyam pendidikan akademis,seorang yang hidup hanya memiliki impian dan harapan belaka.
Dan seperti kebiasaan yang sudah di jalaninya beberapa waktu ini,setelah terbangun dari tidur diri ini yang awal dilakukan seelah beres melaksanakan kegiatan wajibnya adalah membuka kotak informasi yang praktis yaitu hp,sebab ini dianggap yang paling penting di usia tua diri ini,karena memang tujuan hidup diri ini yang menjadi sebab dan di haruskan bagi diri ini adalah " Dia Pujaan qalbu ".
Dia terpisahkan tanpa ada bisa terdengar dan terlihat hampir 27 tahun lebih,dan kini dia ada bisa ku tahu,walaupun beberapa hari terakhir ini diri ini hanya bisa mengintip di halaman sosmed nya di FB,sebeb di Whatsapp nya mungkin dia sudah tidak lagi memeperhatikan dan mungkin diri ini juga tidak terlalu penting.
Memang diri ini secara pribadi mengakui siapa diriku,dan apa arti ku buat dia,namun bagi diri ini yang terpenting selalu menyalami dan mendoakan nya,sebab saat ini kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Gusti bagi diri ini adalah ini adanya.
Terkadang diri ini pun merasa malu sendiri,merindu dan mengharapkan dia sang pujaan qalbu yang jelas dan pasti kalau dia sudah berubah dari status dan gaya hidup,sedangkan diri ini dari pada berubah ke tingkatan yang lebih malah semakin terpuruk.
Memang setiap diri akan memanen sebanya yang ia tanam,hal ini ku sadari,semenjak 27 tahun dulu yang ku tanam bagi dia adalah harapan dan merindukannya,waktu ku lewati hanya untuk memohon dan meminta kepada Dia Robbiku agar diri ini sebelum berpulang bisa dipertemukan,bisa mendengar suaranya,bisa memandang bola matanya,bisa menangis di pangkuannya.
Sungguh apa yang ku minta dan ku mohonkan Gusti Robbi mewujudkannya,namun pikiran dan kemauan hatiku bertambah,ingin rasanya diri ini menzariahkan serta berbakti kepada dia pujaan qalbuku dengan nyata.
Namun apa yang akan dipersembahkan kepada dia,sebab ternyata diri ini tidak memiliki apapun selain rasa kasih,rasa cinta rasa rindu belaka.
Ohk ya Robbiku yang Maha Lembut lagi Maha Kaya.tlonglah diri ini ya Robb......
Senin, 02 Mei 2016
PIKIRAN,KEINGINAN DAN HARAPAN
Sungguh ini adalah sesuatu yang terjadi dengan diriku sebagai manusia yang normal,beraqal serta hidup bergaul ditengah masyarakat biasa.
Namun tidak setiap diri akan ada yang sama apa apa yang ada dalam dirinya pribadi setiap orang sebab seorang terlahir ke dunia ini itu hanya satu saja yaitu seorang diri pribadinya saja.
Dan kesamaan kesamaan setiap pribadi seseorang di dunia ini bisa terjadi pada Pikiran,Keinginan dan Harapan,walaupun hasil yang didapatkannya akan pasti berbeda .
Seperti diri ini yang bodoh dan yang selalu di cemoohkan, dalam pikiranku selalu ada tujuan untuk berbuat dan bergerak dalam setiap hal yang harus mengandung manfaat dan berguna baik buat diri pribadi aku nya juga untuk orang orang banyak.
Pikiran ini akan terus menyala didalam jiwaku dan terus di arahkan hingga satu keinginan tumbuh dengan di buktikan berupa tindakan nyata.
Tindakan nyata sebagai wujud dari seuah pikiran dan ke inginan inilah akan terus bergerak nyata baik secara langsung atau tidak langsung kesinambungannya karena api harapanlah yang menghidupkannya.
Termasuk Pikiran,Keinginan dan Harapan dari Cinta Kasih yang ada dan terus hidup didalam Jiwa seseorang akan terus sinambng seolah abadi karena ada satu Harapan yang terus di kejar untuk bisa di wujudkan dengan Nyata.
Sabtu, 30 April 2016
DUKH PANUTAN QALBU
Setiap tarikan dan desahan nafasku,dirimu selalu ada hadir dan terus memberikan kekuatan bagi diriku untuk bertahan dalam pahit dan pedihnya kehidupan di dunia ini.
Dan dunia saat ini sesungguhnya tidak membutuhkan manusia manusia yang bodoh dan malas seperti diriku.
Ya seperti diriku yang bodoh dalam mengambil waktu dan kesempatan,dimana kemarin diriku di beri waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super pintar untuk mendapatkan ruh nya dunia sekarang,sungguh diriku katanya teramat bodoh,sebab diriku malah balik melawan mereka orang orang super pintar, padahal jika diriku mau menuruti kemauan mereka diriku akan hidup dengan situasi suka karena banyak memiliki ruhnya dunia yang cukup.
Ya seperti diriku yang malas,karena kemarinpun aku di berikan lagi waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super rajin mencari dan mengumpulkan ruhnya dunia sekarang,dimana diriku malas mengikuti dan ikut membantu mereka,karea diriku menolak sebab rajin dan giatnya mereka harus membohongi rasa diri sendiri menekan orang lain .
Duhai panutan qalbuku,diriku tetap merasa bisa bertahan dalam kebodohan dan kemalasan diriku karena aku tetap berharap dan bermimpi bisa berbakti kepadamu dengan nyata hanya bermodalkan kebodohan dan kemalasan belaka.
Dan yang paling besar modal hidupku adalah sungguhkah teguh dalam aturan etika yang bajik tidakakan berbuah kelezatan yang nyata ?
Dan dunia saat ini sesungguhnya tidak membutuhkan manusia manusia yang bodoh dan malas seperti diriku.
Ya seperti diriku yang bodoh dalam mengambil waktu dan kesempatan,dimana kemarin diriku di beri waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super pintar untuk mendapatkan ruh nya dunia sekarang,sungguh diriku katanya teramat bodoh,sebab diriku malah balik melawan mereka orang orang super pintar, padahal jika diriku mau menuruti kemauan mereka diriku akan hidup dengan situasi suka karena banyak memiliki ruhnya dunia yang cukup.
Ya seperti diriku yang malas,karena kemarinpun aku di berikan lagi waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super rajin mencari dan mengumpulkan ruhnya dunia sekarang,dimana diriku malas mengikuti dan ikut membantu mereka,karea diriku menolak sebab rajin dan giatnya mereka harus membohongi rasa diri sendiri menekan orang lain .
Duhai panutan qalbuku,diriku tetap merasa bisa bertahan dalam kebodohan dan kemalasan diriku karena aku tetap berharap dan bermimpi bisa berbakti kepadamu dengan nyata hanya bermodalkan kebodohan dan kemalasan belaka.
Dan yang paling besar modal hidupku adalah sungguhkah teguh dalam aturan etika yang bajik tidakakan berbuah kelezatan yang nyata ?
Jumat, 29 April 2016
KANGEN.....?
Sudah hampir dua bulan diriku terpenjara dengan keadaan dan situasi diriku yang terkurung oleh ketidak pastian dengan rutinitas diri dan boleh di bilang diriku telah menjadi pengangguran kelas berat kembali.
Dulu setelah gagal menyelesaikan sekolah di SMA padahal menjelang ujian akhir yang tinggal sehari lagi,diriku dikeluarkan dengan cara tidak hormat karena kesalahan diriku yang setiap hari selalu mabok dan teler.
Kecerdasan yang menjadi modal diriku ternyata tidak menjamin karena diriku tidak di imbangi dengan kepintaran,seharusnya diriku walau setiap hari membuat para guru di SMA itu menjadi marah dan kesal harusnya aku pintar menggunakan waktu,sebab walau para guru itu tahu kalau diriku termasuk murid yang memiliki tingkat ke cerdas an yang melebihi murid murid yang ada,itu kecerdasan ternyata tidak menjadi jaminan.
Saat itu sikapku dikeluarkan dari sekolah padahal besoknya sudah ujian akhir sekolah,bagi diriku tidaklah menjadikan kecewa,sebab dalam pikiranku teramat besar kekecewaan yang sudah menghancurkan segala harapan dan cita cita belajarku, " CINTA KASIH SAYANG " lah yang telah menghancurkan harapan hidupku,karena diriku baru saat menjelang kelas Tiga merasakan tumbuh perasaan cinta kepada seorang gadis tapi karena perasaan cinta itu juga yang telah membuat segala perasaan dan harapan hidupku hancur.
Hati dan perasaan menjadi terasa hancur berkeping keping,tapi nafas kehidupan terus berjalan,sebab walau kekecewaan ini begitu kuat menghantam jiwaku,namun untuk menghentikan kehidupan pribadi diriku tidaklah mungkin karena keyaqinan dalam hatiku masih kuat bahwa kalau mati karena bunuh diri itu adalah satu pekerjaan tidak terhormat dan di benci Tuhan.
Diriku bertekad bahwa mulai saat ini diriku harus melawan kekecewaan karena hancurna perasaan akibat cinta,walaupun terasa sakit,pedih dan menyiksa tapi tetaplah hidup harus terus berjalan hingga sampai kepada saatnya berakhir.
Hingga saat ini perasaan menyiksa ini telah berjalan selama Dua Puluh Delapan Tahun dan masih berlangsung,namun diriku selama itu pun terus berbuat untuk mengurangi rasa penyiksaan akibat cinta yang terpisahkan dulu,dengan berbagai kegiatan yang bisa bermanfaat buat orang banyak,seperti membina organisasi kepemudaan yang mengelola olah raga sepak bola,mendirikan lembaga pendidikan swasta setingkat SLTP dan SLTA,mendirikan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial seperti Paguyuban.
Semua hal hal yang diri ini lakukan sampai saat ini masih berdiri dan terus berjalan,namun bagi diri ini yang didapat dari semua kegiatan itu hanya kekecewaan,hinaan dan celaan.
Sungguh beruntung nasib diriku,namun kekecewaan ini di banding dengan kekecawaan hati yang dulu menghancurkan segala harapan dan tujuan diriku tidak lah sebanding.
Dan adakah kebencian dalam jiwa,hati dan pikiranku terhadap kekasih pujaan yang telah menghancurkan segala harapan?
Bencikah terhadap orang orang yang telah menghinakan,mencela diriku,padahal sampai saat ini mereka menjalankan dan mengelola lembaga lembaga yang diri ini rintis dan dirikan ?
Jawabannya, TIDAK ada kebencian,tapi hanya KECEWA,mengapa mereka itu tidak merasakan,bagaimana seandainya dirinya yang menjadi diriku?
Dan yang terbesar dalam jiwa,hati dan perasaanku hingga saat ini adalah DIRIKU RINDU DAN KANGEN BERAT hanya kepada dia KEKASIH PUJAANKU selamanya.
Dulu setelah gagal menyelesaikan sekolah di SMA padahal menjelang ujian akhir yang tinggal sehari lagi,diriku dikeluarkan dengan cara tidak hormat karena kesalahan diriku yang setiap hari selalu mabok dan teler.
Kecerdasan yang menjadi modal diriku ternyata tidak menjamin karena diriku tidak di imbangi dengan kepintaran,seharusnya diriku walau setiap hari membuat para guru di SMA itu menjadi marah dan kesal harusnya aku pintar menggunakan waktu,sebab walau para guru itu tahu kalau diriku termasuk murid yang memiliki tingkat ke cerdas an yang melebihi murid murid yang ada,itu kecerdasan ternyata tidak menjadi jaminan.
Saat itu sikapku dikeluarkan dari sekolah padahal besoknya sudah ujian akhir sekolah,bagi diriku tidaklah menjadikan kecewa,sebab dalam pikiranku teramat besar kekecewaan yang sudah menghancurkan segala harapan dan cita cita belajarku, " CINTA KASIH SAYANG " lah yang telah menghancurkan harapan hidupku,karena diriku baru saat menjelang kelas Tiga merasakan tumbuh perasaan cinta kepada seorang gadis tapi karena perasaan cinta itu juga yang telah membuat segala perasaan dan harapan hidupku hancur.
Hati dan perasaan menjadi terasa hancur berkeping keping,tapi nafas kehidupan terus berjalan,sebab walau kekecewaan ini begitu kuat menghantam jiwaku,namun untuk menghentikan kehidupan pribadi diriku tidaklah mungkin karena keyaqinan dalam hatiku masih kuat bahwa kalau mati karena bunuh diri itu adalah satu pekerjaan tidak terhormat dan di benci Tuhan.
Diriku bertekad bahwa mulai saat ini diriku harus melawan kekecewaan karena hancurna perasaan akibat cinta,walaupun terasa sakit,pedih dan menyiksa tapi tetaplah hidup harus terus berjalan hingga sampai kepada saatnya berakhir.
Hingga saat ini perasaan menyiksa ini telah berjalan selama Dua Puluh Delapan Tahun dan masih berlangsung,namun diriku selama itu pun terus berbuat untuk mengurangi rasa penyiksaan akibat cinta yang terpisahkan dulu,dengan berbagai kegiatan yang bisa bermanfaat buat orang banyak,seperti membina organisasi kepemudaan yang mengelola olah raga sepak bola,mendirikan lembaga pendidikan swasta setingkat SLTP dan SLTA,mendirikan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial seperti Paguyuban.
Semua hal hal yang diri ini lakukan sampai saat ini masih berdiri dan terus berjalan,namun bagi diri ini yang didapat dari semua kegiatan itu hanya kekecewaan,hinaan dan celaan.
Sungguh beruntung nasib diriku,namun kekecewaan ini di banding dengan kekecawaan hati yang dulu menghancurkan segala harapan dan tujuan diriku tidak lah sebanding.
Dan adakah kebencian dalam jiwa,hati dan pikiranku terhadap kekasih pujaan yang telah menghancurkan segala harapan?
Bencikah terhadap orang orang yang telah menghinakan,mencela diriku,padahal sampai saat ini mereka menjalankan dan mengelola lembaga lembaga yang diri ini rintis dan dirikan ?
Jawabannya, TIDAK ada kebencian,tapi hanya KECEWA,mengapa mereka itu tidak merasakan,bagaimana seandainya dirinya yang menjadi diriku?
Dan yang terbesar dalam jiwa,hati dan perasaanku hingga saat ini adalah DIRIKU RINDU DAN KANGEN BERAT hanya kepada dia KEKASIH PUJAANKU selamanya.
Rabu, 27 April 2016
Langganan:
Komentar (Atom)


