Sabtu, 21 Mei 2016

TIDAK ADA YANG SAMA DALAM SETIAP PIKIRAN

     Dengan segala kebodohan dan kedunguan diri ini,ku tuliskan hal hal yang menyangkut isi dari pikiran diri ini,semoga menjadi bahan dan gambaran untuk menyempatkan membaca,karena memang saat ini diri ini tidak memiliki suatu pekerjaan rutin sejak tanggal 25 Pebdruari 2016,dan yang di hadapi adalah hanya memikirkan isi dari pada pikiran diri sendiri yang setiap saat jika terbangun dan ingat dengan kesadaran,
     Sang diri ini hidup dan tinggal di kampung yang jauh dari kota,namun ritel seperti indomaret dan alfamart sudah ada,penerangan lampu listrik sudah masuk beberapa tahun lalu,orang orang di sekitar tempat tinggal diri ini yang kesehariannya sebagai pegawai Negeri ada dan tidak terlalu banyak,yang menjadi pengusaha pun hanya beberapa orang saja,yang menjadi karyawan swasta juga tidak terlalu banyak,dan kebanyakan sebagai tani baik petani penggarap atau petani buruh itu pun kini tidak seperti dulu dimana diri ini masih usia anak SD,yang menjadi kuli serabutan di pangkalan pangkalan matrial,tukang ojek,dan sopir angkot dan truk itu pun tidak banyak.
     Dari jumlah penduduk di kecamatan tempat tinggal diri ini sebanyak kurang lebih 32.000 jiwa yang produktif mungkin hanya 30 hingga 40 % dan sisa nya hanyalah berpikir di tempat alias pengangguran.
     Yang jadi pengangguran termasuk diri ini yang bodoh dan dungu juga ada dari kalangan yang punya latar belakang pendidikan setingkat sarjana,lulusan SMA,lulusan SMP,lulusan SD atau masih ada memang tidak bersekolah,alumnus pesantren dan rata rata pngangguran yang ada di sekitar tempat tinggalku dilihat dari faktor perekonomian kebanyakan termamsuk kepada kaum miskin.
     Namun diri ini selalu memperhatikan dan bertanya dengan setiap orang baik teman , rekanan,beberapa orang yang jadi pengusaha,atau para pegawai negeri baik profesinya Guru pengajar atau instansi lain,atau para penda'i,juga para pengangguran,diri ini bertanya ," sesungguhnya yang paling di utamakan bila kesadaran hidup ini tiba setelah tertidur apa yang menjadi pikiran untuk di dapatkan?".
      Di tahun 2013 diri ini yang bodoh dan dungu sering berkata seenaknya di tengah perkumpulan baik disaat berkumpul dengan para pendidik,berkumpul dengan para pengusaha,berkumpul dengan inteletual keilmuan,berkumpul dengan para inteletual agama,berkumpul dengan para tokoh tokoh baik kemasyarakatan,kepemudaan,atau para pengangguran seperti diri ini," Kita jangan sampai terbawa pusaran Pikiran kita sendiri dimana posisi Tuhan di gantikan dengan satu hal yang dinamakan UANG,sebab dari sekian orang orang yang ku tanya hal yang utama setelah bangun dari tidurnya hanya UANG yang jadi tujuan."
     Uang sepertinya menyamakan sebagian bsar mengisi pikiran orang orang sekarang ini,namun cara dan upaya tiap orang beraneka ragam trik yang dilakukan,hanya sangat di sayangkan,hanya gara gara untuk mendapatkan UANG itu kebanyakan orang orang sekarang hampir melupakan kesadaran diri,bisa menghalalkan segala cara,yang uang,uang dan uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar