Saat ini Senin pagi jam 05.13 subuh tanggal 23 Januari 2017,dan entah dari jam berapa pikiran dan jiwaku telah menepati janjiku kepadamu.
Diriku telah berkunjung ke rumahmu,mengantarkan durian matang,seperti niatku.
Namun dirimu entah kenapa tidak duduk bersama,diriku hanya di temani anak sulung mu juga cucumu.
Sepertinya ini adalah satu pikiranku," om ini neng sedang hamil muda,sudah dua bulan usia kandungan ini.....".
Ohk Iisku.....
ENGKAULAH BELAHAN JIWAKU SELAMANYA
Minggu, 22 Januari 2017
KESENGSREM KAMU
Kamis, 19 Januari 2017
ELIISEKU
Sejak 25 February 2016,diri yang diberi nama kedua orang tua adalah ahmad mendadak berdiam diri di rumah yang biasanya selalu aktif ber sosial baik lewat lembaga yang di dirikan sendiri atau bergabung dengan kegiatan sosial yang di program pemerintahan setempat.
Dengan alasan yang mungkin orang lain akan menilai sepele penyebab diri ini berdiam diri di rumah tanpa keluar yaitu sang istri setia selama ini telah berani meninggalkan diri selama tiga hari tiga malam dengan alasan menginap di rumah anak yang sulung.
Hal ini telah mempengaruhi perasaan diri,di mana hingga saat ini wanita adalah hal yang paling berharga bagi diri di kehidupan berumah tangga,namun jika istri yang selama ini hidup bersama sudah berani tidak hormat lagi kepada suami artinya kegagalan adalah bagi suami yang tidak mampu membina.
Sungguh hal ini mengingatkan diri di masa Tiga Puluh tahun dahulu,di tahun 1989 an dimana semua harapan hidup pernah hancur karena terputus kasih asmara dari seorang pujaan hati....
Eliiseku... duhk....panutan ati....
Selasa, 12 Juli 2016
Blognya Marifatullah: KITAB LAYANG MUSLIMIN MUSLIMAN JILID-1
Kamis, 26 Mei 2016
TAK BISA DAN TAK MAMPU
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Minggu, 22 Mei 2016
MALAM YANG TERASA MELELAHKAN
Seperti kebiasaan dengan diri ini semenjk 25 February 2016 lalu,dimana setiap malam kini diri ini tak lagi harus merasa ngantuk,tidurnya berubah jadwal di siang hari.
Dan untuk hal hal rutin pun menjadi berubah,seperti membuka kotak in box aplikasi atau memeriksa kotak in box email, dan sejenisnya,yang paling terasa dari berubahnya jam tidur adalah kegiatan untuk keluar rumah sebagai bukti bahwa manusia harus ikhtiar.
Diri ini ternyata memang harus pensiun saat ini,sebab memang sedari dulu pun hanyalah seorang pengangguran belaka.
Hanya yang paling terasa menjadikan pikiran diri ini terasa bimbang adalah,harapan yang selama 28 tahun di mohonkan agar bisa dan kembali membuktikan diri untuk berbakti serta ikut dengan nyata seutuhnya menyerahkan hidupku kepada belahan jiwaku,pujaanku,panutan serta junjunan yang tetap tiada bisa tergantikan.
Namun jika diri seperti saat ini dengan merubah jadwal tidur pun seperti berharap si pungguk merindukan bulan,apa yang bisa di buktikan untuk sang belahan jiwa.......
Ya Robbi ampunkanlah diri ini,tunjuki dan bimbinglah diri ini.......
Sabtu, 21 Mei 2016
TIDAK ADA YANG SAMA DALAM SETIAP PIKIRAN
Sang diri ini hidup dan tinggal di kampung yang jauh dari kota,namun ritel seperti indomaret dan alfamart sudah ada,penerangan lampu listrik sudah masuk beberapa tahun lalu,orang orang di sekitar tempat tinggal diri ini yang kesehariannya sebagai pegawai Negeri ada dan tidak terlalu banyak,yang menjadi pengusaha pun hanya beberapa orang saja,yang menjadi karyawan swasta juga tidak terlalu banyak,dan kebanyakan sebagai tani baik petani penggarap atau petani buruh itu pun kini tidak seperti dulu dimana diri ini masih usia anak SD,yang menjadi kuli serabutan di pangkalan pangkalan matrial,tukang ojek,dan sopir angkot dan truk itu pun tidak banyak.
Dari jumlah penduduk di kecamatan tempat tinggal diri ini sebanyak kurang lebih 32.000 jiwa yang produktif mungkin hanya 30 hingga 40 % dan sisa nya hanyalah berpikir di tempat alias pengangguran.
Yang jadi pengangguran termasuk diri ini yang bodoh dan dungu juga ada dari kalangan yang punya latar belakang pendidikan setingkat sarjana,lulusan SMA,lulusan SMP,lulusan SD atau masih ada memang tidak bersekolah,alumnus pesantren dan rata rata pngangguran yang ada di sekitar tempat tinggalku dilihat dari faktor perekonomian kebanyakan termamsuk kepada kaum miskin.
Namun diri ini selalu memperhatikan dan bertanya dengan setiap orang baik teman , rekanan,beberapa orang yang jadi pengusaha,atau para pegawai negeri baik profesinya Guru pengajar atau instansi lain,atau para penda'i,juga para pengangguran,diri ini bertanya ," sesungguhnya yang paling di utamakan bila kesadaran hidup ini tiba setelah tertidur apa yang menjadi pikiran untuk di dapatkan?".
Di tahun 2013 diri ini yang bodoh dan dungu sering berkata seenaknya di tengah perkumpulan baik disaat berkumpul dengan para pendidik,berkumpul dengan para pengusaha,berkumpul dengan inteletual keilmuan,berkumpul dengan para inteletual agama,berkumpul dengan para tokoh tokoh baik kemasyarakatan,kepemudaan,atau para pengangguran seperti diri ini," Kita jangan sampai terbawa pusaran Pikiran kita sendiri dimana posisi Tuhan di gantikan dengan satu hal yang dinamakan UANG,sebab dari sekian orang orang yang ku tanya hal yang utama setelah bangun dari tidurnya hanya UANG yang jadi tujuan."
Uang sepertinya menyamakan sebagian bsar mengisi pikiran orang orang sekarang ini,namun cara dan upaya tiap orang beraneka ragam trik yang dilakukan,hanya sangat di sayangkan,hanya gara gara untuk mendapatkan UANG itu kebanyakan orang orang sekarang hampir melupakan kesadaran diri,bisa menghalalkan segala cara,yang uang,uang dan uang.
Rabu, 18 Mei 2016
YA ROBBIKU...
Dan diri ini setelah sholat Isya juga menengok ke rumah putri bungsuku,ternyata disana sudah ada ikut menunggui kelahiran cucu pertamaku,nenek mertua,sang mertua laki lakinya,bibi bibinya juga saudara sauadara lainnya,juga mak paraji sakti sudah ada ikut membimbingnya..
Hingga jam 00.45 wib putri bungsuku akhirnya minta nunggu kelahirannya di rumah bersalin Bidan Eni di Tanjungrasa,maka Ibunya,suami dan mak paraji sakti serta bibinya akhirnya ke Tanjungrasa,sedang diriku pulang nunggu di rumah.
Insya Alloh ia harus selamat rahayu dengan lahiran ini ya Robbiku,dengan izin dan redha Mu ya Robbi,dan hanya kepada Mu saja aku memohon dan bergantung dari segala hal,amiin.