Sabtu, 30 April 2016

DUKH PANUTAN QALBU

     Setiap tarikan dan desahan nafasku,dirimu selalu ada hadir dan terus memberikan kekuatan bagi diriku untuk bertahan dalam pahit dan pedihnya kehidupan di dunia ini.
     Dan dunia saat ini sesungguhnya tidak membutuhkan manusia manusia yang bodoh dan malas seperti diriku.
     Ya seperti diriku yang bodoh dalam mengambil waktu dan kesempatan,dimana kemarin diriku di beri waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super pintar untuk mendapatkan ruh nya dunia sekarang,sungguh diriku katanya teramat bodoh,sebab diriku malah balik melawan mereka orang orang super pintar, padahal jika diriku mau menuruti kemauan mereka diriku akan hidup dengan situasi suka karena banyak memiliki ruhnya dunia yang cukup.
      Ya seperti diriku yang malas,karena kemarinpun aku di berikan lagi waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super rajin mencari dan mengumpulkan ruhnya dunia sekarang,dimana diriku malas mengikuti dan ikut membantu mereka,karea diriku menolak sebab rajin dan giatnya mereka harus membohongi rasa diri sendiri menekan orang lain .
     Duhai panutan qalbuku,diriku tetap merasa bisa bertahan dalam kebodohan dan kemalasan diriku karena aku tetap berharap dan bermimpi bisa berbakti kepadamu dengan nyata hanya bermodalkan kebodohan dan kemalasan belaka.
     Dan yang paling besar modal hidupku adalah sungguhkah teguh dalam aturan etika yang bajik tidakakan berbuah kelezatan yang nyata ?

Jumat, 29 April 2016

KANGEN.....?

     Sudah hampir dua bulan diriku terpenjara dengan keadaan dan situasi diriku yang terkurung oleh ketidak pastian dengan rutinitas diri dan boleh di bilang diriku telah menjadi pengangguran kelas berat kembali.
     Dulu setelah gagal menyelesaikan sekolah di SMA padahal menjelang ujian akhir yang tinggal sehari lagi,diriku dikeluarkan dengan cara tidak hormat karena kesalahan diriku yang setiap hari selalu mabok dan teler.
    Kecerdasan yang menjadi modal diriku ternyata tidak menjamin karena diriku tidak di imbangi dengan kepintaran,seharusnya diriku walau setiap hari membuat para guru di SMA itu menjadi marah dan kesal harusnya aku pintar menggunakan waktu,sebab walau para guru itu tahu kalau diriku termasuk murid yang memiliki tingkat ke cerdas an yang melebihi murid murid yang ada,itu kecerdasan ternyata tidak menjadi jaminan.
     Saat itu sikapku dikeluarkan dari sekolah padahal besoknya sudah ujian akhir sekolah,bagi diriku tidaklah menjadikan kecewa,sebab dalam pikiranku teramat besar kekecewaan yang sudah menghancurkan segala harapan dan cita cita belajarku, " CINTA KASIH SAYANG " lah yang telah menghancurkan harapan hidupku,karena diriku baru saat menjelang kelas Tiga merasakan tumbuh perasaan cinta kepada seorang gadis tapi karena perasaan cinta itu juga yang telah membuat segala perasaan dan harapan hidupku hancur.
      Hati dan perasaan menjadi terasa hancur berkeping keping,tapi nafas kehidupan terus berjalan,sebab walau kekecewaan ini begitu kuat menghantam jiwaku,namun untuk menghentikan kehidupan pribadi diriku tidaklah mungkin karena keyaqinan dalam hatiku masih kuat bahwa kalau mati karena bunuh diri itu adalah satu pekerjaan tidak terhormat dan di benci Tuhan.
      Diriku bertekad bahwa mulai saat ini diriku harus melawan kekecewaan karena hancurna perasaan akibat cinta,walaupun terasa sakit,pedih dan menyiksa tapi tetaplah hidup harus terus berjalan hingga sampai kepada saatnya berakhir.
      Hingga saat ini perasaan menyiksa ini telah berjalan selama Dua Puluh Delapan Tahun dan masih berlangsung,namun diriku selama itu pun terus berbuat untuk mengurangi rasa penyiksaan akibat cinta yang terpisahkan dulu,dengan berbagai kegiatan yang bisa bermanfaat buat orang banyak,seperti membina organisasi kepemudaan yang mengelola olah raga sepak bola,mendirikan lembaga pendidikan swasta setingkat SLTP dan SLTA,mendirikan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial seperti Paguyuban.
      Semua hal hal yang diri ini lakukan sampai saat ini masih berdiri dan terus berjalan,namun bagi diri ini yang didapat dari semua kegiatan itu hanya kekecewaan,hinaan dan celaan.
      Sungguh beruntung nasib diriku,namun kekecewaan ini di banding dengan kekecawaan hati yang dulu menghancurkan segala harapan dan tujuan diriku tidak lah sebanding.
      Dan adakah kebencian dalam jiwa,hati dan pikiranku terhadap kekasih pujaan yang telah menghancurkan segala harapan?
       Bencikah terhadap orang orang yang telah menghinakan,mencela diriku,padahal sampai saat ini mereka menjalankan dan mengelola lembaga lembaga yang diri ini rintis dan dirikan ?
       Jawabannya, TIDAK ada kebencian,tapi hanya KECEWA,mengapa mereka itu tidak merasakan,bagaimana seandainya dirinya yang menjadi diriku?
       Dan yang terbesar dalam jiwa,hati dan perasaanku hingga saat ini adalah DIRIKU RINDU DAN KANGEN BERAT hanya kepada dia KEKASIH PUJAANKU selamanya.