Setiap tarikan dan desahan nafasku,dirimu selalu ada hadir dan terus memberikan kekuatan bagi diriku untuk bertahan dalam pahit dan pedihnya kehidupan di dunia ini.
Dan dunia saat ini sesungguhnya tidak membutuhkan manusia manusia yang bodoh dan malas seperti diriku.
Ya seperti diriku yang bodoh dalam mengambil waktu dan kesempatan,dimana kemarin diriku di beri waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super pintar untuk mendapatkan ruh nya dunia sekarang,sungguh diriku katanya teramat bodoh,sebab diriku malah balik melawan mereka orang orang super pintar, padahal jika diriku mau menuruti kemauan mereka diriku akan hidup dengan situasi suka karena banyak memiliki ruhnya dunia yang cukup.
Ya seperti diriku yang malas,karena kemarinpun aku di berikan lagi waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super rajin mencari dan mengumpulkan ruhnya dunia sekarang,dimana diriku malas mengikuti dan ikut membantu mereka,karea diriku menolak sebab rajin dan giatnya mereka harus membohongi rasa diri sendiri menekan orang lain .
Duhai panutan qalbuku,diriku tetap merasa bisa bertahan dalam kebodohan dan kemalasan diriku karena aku tetap berharap dan bermimpi bisa berbakti kepadamu dengan nyata hanya bermodalkan kebodohan dan kemalasan belaka.
Dan yang paling besar modal hidupku adalah sungguhkah teguh dalam aturan etika yang bajik tidakakan berbuah kelezatan yang nyata ?
Dan dunia saat ini sesungguhnya tidak membutuhkan manusia manusia yang bodoh dan malas seperti diriku.
Ya seperti diriku yang bodoh dalam mengambil waktu dan kesempatan,dimana kemarin diriku di beri waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super pintar untuk mendapatkan ruh nya dunia sekarang,sungguh diriku katanya teramat bodoh,sebab diriku malah balik melawan mereka orang orang super pintar, padahal jika diriku mau menuruti kemauan mereka diriku akan hidup dengan situasi suka karena banyak memiliki ruhnya dunia yang cukup.
Ya seperti diriku yang malas,karena kemarinpun aku di berikan lagi waktu dan kesempatan oleh orang orang yang super rajin mencari dan mengumpulkan ruhnya dunia sekarang,dimana diriku malas mengikuti dan ikut membantu mereka,karea diriku menolak sebab rajin dan giatnya mereka harus membohongi rasa diri sendiri menekan orang lain .
Duhai panutan qalbuku,diriku tetap merasa bisa bertahan dalam kebodohan dan kemalasan diriku karena aku tetap berharap dan bermimpi bisa berbakti kepadamu dengan nyata hanya bermodalkan kebodohan dan kemalasan belaka.
Dan yang paling besar modal hidupku adalah sungguhkah teguh dalam aturan etika yang bajik tidakakan berbuah kelezatan yang nyata ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar