Hari ini adalah sudah Sembilan puluh hari bagi diri ini yang terperangkap dalam diam dan terus masih belum bisa untuk aktif bergerak nyata dengan berbaur dan bertindak aktif lagi,dan hanya diam seperti hidup ku hanya untuk berpikir dan menyendiri di kamar sendirian.
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar