Rabu, 04 Mei 2016

PENGEMBARAAN PIKIRANKU

     Saat ini sudah jam 00:50 wib,dan sudah hari Kamis,namun diri ini masih tetap terpaku dalam kebingungan dengan  hal apa yang harus dikerjakan,sebab hidup ini membutuhkan syarat dan memerlukan satu pokok kegiatan yang tetap dinamis agar dalam menjalani hidup ini tetap nyaman.
     Sedangkan bagi diri ini yang lemah kini sungguh tak berdaya,hanya rasa bingung dan jenuh lah yang kini terus bergolak di dalam pikiran,tidur di malam hari menjadi susah,bangun di siang hari terasa malas,untuk keluar dari rumahpun tak terpikirkan kalau hanya sekedar untuk nongkrong dan bergaul dengan orang orang sekitar,sebab hanya akan ngobrol kosong dan membicarakan kesulitan hidup masing masing.
     Inilah nasib seorang yang tidak memiliki status,seorang pengangguran yang tidak memiliki keahklian,seorang bodoh yang tidak pernah ikut mengenyam pendidikan akademis,seorang yang hidup hanya memiliki impian dan harapan belaka.
     Dan seperti kebiasaan yang sudah di jalaninya beberapa waktu ini,setelah terbangun dari tidur diri ini yang awal dilakukan seelah beres melaksanakan kegiatan wajibnya adalah membuka kotak informasi yang praktis yaitu hp,sebab ini dianggap yang paling penting di usia tua diri ini,karena memang tujuan hidup diri ini yang menjadi sebab dan di haruskan bagi diri ini adalah " Dia Pujaan qalbu ".
     Dia terpisahkan tanpa ada bisa terdengar dan terlihat hampir 27 tahun lebih,dan kini dia ada bisa ku tahu,walaupun beberapa hari terakhir ini diri ini hanya bisa mengintip di halaman sosmed nya di FB,sebeb di Whatsapp nya mungkin dia sudah tidak lagi memeperhatikan dan mungkin diri ini juga tidak terlalu penting.
      Memang diri ini secara pribadi mengakui siapa diriku,dan apa arti ku buat dia,namun bagi diri ini yang terpenting selalu menyalami dan mendoakan nya,sebab saat ini kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Gusti bagi diri ini adalah ini adanya.
      Terkadang diri ini pun merasa malu sendiri,merindu dan mengharapkan dia sang pujaan qalbu yang jelas dan pasti kalau dia sudah berubah dari status dan gaya hidup,sedangkan diri ini dari pada berubah ke tingkatan yang lebih malah semakin terpuruk.
       Memang setiap diri akan memanen sebanya yang ia tanam,hal ini ku sadari,semenjak 27 tahun dulu yang ku tanam bagi dia adalah harapan dan merindukannya,waktu ku lewati hanya untuk memohon dan meminta kepada Dia Robbiku agar diri ini sebelum berpulang bisa dipertemukan,bisa mendengar suaranya,bisa memandang bola matanya,bisa menangis di pangkuannya.
       Sungguh apa yang ku minta dan ku mohonkan Gusti Robbi mewujudkannya,namun pikiran dan kemauan hatiku bertambah,ingin rasanya diri ini menzariahkan serta berbakti kepada dia pujaan qalbuku dengan nyata.
        Namun apa yang akan dipersembahkan kepada dia,sebab ternyata diri ini tidak memiliki apapun selain rasa kasih,rasa cinta rasa rindu belaka.
       Ohk ya Robbiku yang Maha Lembut lagi Maha Kaya.tlonglah diri ini ya Robb......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar