Selasa, 12 Juli 2016
Blognya Marifatullah: KITAB LAYANG MUSLIMIN MUSLIMAN JILID-1
Blognya Marifatullah: KITAB LAYANG MUSLIMIN MUSLIMAN JILID-1: PAGUNEMAN PAPAHAMAN ELMU AGAMA & PA-TAUHIDAN Jejer bubukaning carita, nyaritakeun di hiji nagara jujuluk Ragatay...
Kamis, 26 Mei 2016
TAK BISA DAN TAK MAMPU
Hari ini adalah sudah Sembilan puluh hari bagi diri ini yang terperangkap dalam diam dan terus masih belum bisa untuk aktif bergerak nyata dengan berbaur dan bertindak aktif lagi,dan hanya diam seperti hidup ku hanya untuk berpikir dan menyendiri di kamar sendirian.
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Diri ini memang terbukti lemah dan tak berdaya,tiada memiliki kekuatan dan kuasa apapun,selain hanya bernafas,hidup,tertidur dan masih bisa merasakan segala sesuatu yang terasa karena karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dan hingga saat ini sesuatu yang paling kupikirkan dan sebagai segala dari pada pikiranku,itu adalah hanya tentang kamu,hanya tentang belahan Jiwa yang terpisahkan,hanya tentang rasa yang menuntut pikiranku,semua tentang dirimu ternyata tak bisa diriku menghapusnya dan lupa,semua tentang dirimu ternyata diriku tak mampu untuk di abaikan lalu dianggapa seolah tak ada apa apa.
Sungguh duhai Junjunan , engkau adalah bahagian dari hidup dan pikiran jiwaku.
Minggu, 22 Mei 2016
MALAM YANG TERASA MELELAHKAN
Udara terasa dingin,rintik hujan masih ada setelah turun deras semenjak magrib,diri ini di malam yang terasa dingin tidur menginap di rumah anak putri bungsuku yang telah melahirkan semenjak Kamis dan memberi diri ini rasa bahagia dengan hadirnya cucu lelaki pertama.
Seperti kebiasaan dengan diri ini semenjk 25 February 2016 lalu,dimana setiap malam kini diri ini tak lagi harus merasa ngantuk,tidurnya berubah jadwal di siang hari.
Dan untuk hal hal rutin pun menjadi berubah,seperti membuka kotak in box aplikasi atau memeriksa kotak in box email, dan sejenisnya,yang paling terasa dari berubahnya jam tidur adalah kegiatan untuk keluar rumah sebagai bukti bahwa manusia harus ikhtiar.
Diri ini ternyata memang harus pensiun saat ini,sebab memang sedari dulu pun hanyalah seorang pengangguran belaka.
Hanya yang paling terasa menjadikan pikiran diri ini terasa bimbang adalah,harapan yang selama 28 tahun di mohonkan agar bisa dan kembali membuktikan diri untuk berbakti serta ikut dengan nyata seutuhnya menyerahkan hidupku kepada belahan jiwaku,pujaanku,panutan serta junjunan yang tetap tiada bisa tergantikan.
Namun jika diri seperti saat ini dengan merubah jadwal tidur pun seperti berharap si pungguk merindukan bulan,apa yang bisa di buktikan untuk sang belahan jiwa.......
Ya Robbi ampunkanlah diri ini,tunjuki dan bimbinglah diri ini.......
Seperti kebiasaan dengan diri ini semenjk 25 February 2016 lalu,dimana setiap malam kini diri ini tak lagi harus merasa ngantuk,tidurnya berubah jadwal di siang hari.
Dan untuk hal hal rutin pun menjadi berubah,seperti membuka kotak in box aplikasi atau memeriksa kotak in box email, dan sejenisnya,yang paling terasa dari berubahnya jam tidur adalah kegiatan untuk keluar rumah sebagai bukti bahwa manusia harus ikhtiar.
Diri ini ternyata memang harus pensiun saat ini,sebab memang sedari dulu pun hanyalah seorang pengangguran belaka.
Hanya yang paling terasa menjadikan pikiran diri ini terasa bimbang adalah,harapan yang selama 28 tahun di mohonkan agar bisa dan kembali membuktikan diri untuk berbakti serta ikut dengan nyata seutuhnya menyerahkan hidupku kepada belahan jiwaku,pujaanku,panutan serta junjunan yang tetap tiada bisa tergantikan.
Namun jika diri seperti saat ini dengan merubah jadwal tidur pun seperti berharap si pungguk merindukan bulan,apa yang bisa di buktikan untuk sang belahan jiwa.......
Ya Robbi ampunkanlah diri ini,tunjuki dan bimbinglah diri ini.......
Sabtu, 21 Mei 2016
TIDAK ADA YANG SAMA DALAM SETIAP PIKIRAN
Dengan segala kebodohan dan kedunguan diri ini,ku tuliskan hal hal yang menyangkut isi dari pikiran diri ini,semoga menjadi bahan dan gambaran untuk menyempatkan membaca,karena memang saat ini diri ini tidak memiliki suatu pekerjaan rutin sejak tanggal 25 Pebdruari 2016,dan yang di hadapi adalah hanya memikirkan isi dari pada pikiran diri sendiri yang setiap saat jika terbangun dan ingat dengan kesadaran,
Sang diri ini hidup dan tinggal di kampung yang jauh dari kota,namun ritel seperti indomaret dan alfamart sudah ada,penerangan lampu listrik sudah masuk beberapa tahun lalu,orang orang di sekitar tempat tinggal diri ini yang kesehariannya sebagai pegawai Negeri ada dan tidak terlalu banyak,yang menjadi pengusaha pun hanya beberapa orang saja,yang menjadi karyawan swasta juga tidak terlalu banyak,dan kebanyakan sebagai tani baik petani penggarap atau petani buruh itu pun kini tidak seperti dulu dimana diri ini masih usia anak SD,yang menjadi kuli serabutan di pangkalan pangkalan matrial,tukang ojek,dan sopir angkot dan truk itu pun tidak banyak.
Dari jumlah penduduk di kecamatan tempat tinggal diri ini sebanyak kurang lebih 32.000 jiwa yang produktif mungkin hanya 30 hingga 40 % dan sisa nya hanyalah berpikir di tempat alias pengangguran.
Yang jadi pengangguran termasuk diri ini yang bodoh dan dungu juga ada dari kalangan yang punya latar belakang pendidikan setingkat sarjana,lulusan SMA,lulusan SMP,lulusan SD atau masih ada memang tidak bersekolah,alumnus pesantren dan rata rata pngangguran yang ada di sekitar tempat tinggalku dilihat dari faktor perekonomian kebanyakan termamsuk kepada kaum miskin.
Namun diri ini selalu memperhatikan dan bertanya dengan setiap orang baik teman , rekanan,beberapa orang yang jadi pengusaha,atau para pegawai negeri baik profesinya Guru pengajar atau instansi lain,atau para penda'i,juga para pengangguran,diri ini bertanya ," sesungguhnya yang paling di utamakan bila kesadaran hidup ini tiba setelah tertidur apa yang menjadi pikiran untuk di dapatkan?".
Di tahun 2013 diri ini yang bodoh dan dungu sering berkata seenaknya di tengah perkumpulan baik disaat berkumpul dengan para pendidik,berkumpul dengan para pengusaha,berkumpul dengan inteletual keilmuan,berkumpul dengan para inteletual agama,berkumpul dengan para tokoh tokoh baik kemasyarakatan,kepemudaan,atau para pengangguran seperti diri ini," Kita jangan sampai terbawa pusaran Pikiran kita sendiri dimana posisi Tuhan di gantikan dengan satu hal yang dinamakan UANG,sebab dari sekian orang orang yang ku tanya hal yang utama setelah bangun dari tidurnya hanya UANG yang jadi tujuan."
Uang sepertinya menyamakan sebagian bsar mengisi pikiran orang orang sekarang ini,namun cara dan upaya tiap orang beraneka ragam trik yang dilakukan,hanya sangat di sayangkan,hanya gara gara untuk mendapatkan UANG itu kebanyakan orang orang sekarang hampir melupakan kesadaran diri,bisa menghalalkan segala cara,yang uang,uang dan uang.
Sang diri ini hidup dan tinggal di kampung yang jauh dari kota,namun ritel seperti indomaret dan alfamart sudah ada,penerangan lampu listrik sudah masuk beberapa tahun lalu,orang orang di sekitar tempat tinggal diri ini yang kesehariannya sebagai pegawai Negeri ada dan tidak terlalu banyak,yang menjadi pengusaha pun hanya beberapa orang saja,yang menjadi karyawan swasta juga tidak terlalu banyak,dan kebanyakan sebagai tani baik petani penggarap atau petani buruh itu pun kini tidak seperti dulu dimana diri ini masih usia anak SD,yang menjadi kuli serabutan di pangkalan pangkalan matrial,tukang ojek,dan sopir angkot dan truk itu pun tidak banyak.
Dari jumlah penduduk di kecamatan tempat tinggal diri ini sebanyak kurang lebih 32.000 jiwa yang produktif mungkin hanya 30 hingga 40 % dan sisa nya hanyalah berpikir di tempat alias pengangguran.
Yang jadi pengangguran termasuk diri ini yang bodoh dan dungu juga ada dari kalangan yang punya latar belakang pendidikan setingkat sarjana,lulusan SMA,lulusan SMP,lulusan SD atau masih ada memang tidak bersekolah,alumnus pesantren dan rata rata pngangguran yang ada di sekitar tempat tinggalku dilihat dari faktor perekonomian kebanyakan termamsuk kepada kaum miskin.
Namun diri ini selalu memperhatikan dan bertanya dengan setiap orang baik teman , rekanan,beberapa orang yang jadi pengusaha,atau para pegawai negeri baik profesinya Guru pengajar atau instansi lain,atau para penda'i,juga para pengangguran,diri ini bertanya ," sesungguhnya yang paling di utamakan bila kesadaran hidup ini tiba setelah tertidur apa yang menjadi pikiran untuk di dapatkan?".
Di tahun 2013 diri ini yang bodoh dan dungu sering berkata seenaknya di tengah perkumpulan baik disaat berkumpul dengan para pendidik,berkumpul dengan para pengusaha,berkumpul dengan inteletual keilmuan,berkumpul dengan para inteletual agama,berkumpul dengan para tokoh tokoh baik kemasyarakatan,kepemudaan,atau para pengangguran seperti diri ini," Kita jangan sampai terbawa pusaran Pikiran kita sendiri dimana posisi Tuhan di gantikan dengan satu hal yang dinamakan UANG,sebab dari sekian orang orang yang ku tanya hal yang utama setelah bangun dari tidurnya hanya UANG yang jadi tujuan."
Uang sepertinya menyamakan sebagian bsar mengisi pikiran orang orang sekarang ini,namun cara dan upaya tiap orang beraneka ragam trik yang dilakukan,hanya sangat di sayangkan,hanya gara gara untuk mendapatkan UANG itu kebanyakan orang orang sekarang hampir melupakan kesadaran diri,bisa menghalalkan segala cara,yang uang,uang dan uang.
Rabu, 18 Mei 2016
YA ROBBIKU...
Saat ini,Kamis 19 Mei 2016,jam 01.03 wib,dimana diri ini baru pulang dari rumah anakku yang bungsu,Christina Ibti Ali yang semenjak dari Rabu pagi usia kandungannya sudah Sembilan bulan dan Ibunya sudah dari pagi menunggui di rumahnya.
Dan diri ini setelah sholat Isya juga menengok ke rumah putri bungsuku,ternyata disana sudah ada ikut menunggui kelahiran cucu pertamaku,nenek mertua,sang mertua laki lakinya,bibi bibinya juga saudara sauadara lainnya,juga mak paraji sakti sudah ada ikut membimbingnya..
Hingga jam 00.45 wib putri bungsuku akhirnya minta nunggu kelahirannya di rumah bersalin Bidan Eni di Tanjungrasa,maka Ibunya,suami dan mak paraji sakti serta bibinya akhirnya ke Tanjungrasa,sedang diriku pulang nunggu di rumah.
Insya Alloh ia harus selamat rahayu dengan lahiran ini ya Robbiku,dengan izin dan redha Mu ya Robbi,dan hanya kepada Mu saja aku memohon dan bergantung dari segala hal,amiin.
Dan diri ini setelah sholat Isya juga menengok ke rumah putri bungsuku,ternyata disana sudah ada ikut menunggui kelahiran cucu pertamaku,nenek mertua,sang mertua laki lakinya,bibi bibinya juga saudara sauadara lainnya,juga mak paraji sakti sudah ada ikut membimbingnya..
Hingga jam 00.45 wib putri bungsuku akhirnya minta nunggu kelahirannya di rumah bersalin Bidan Eni di Tanjungrasa,maka Ibunya,suami dan mak paraji sakti serta bibinya akhirnya ke Tanjungrasa,sedang diriku pulang nunggu di rumah.
Insya Alloh ia harus selamat rahayu dengan lahiran ini ya Robbiku,dengan izin dan redha Mu ya Robbi,dan hanya kepada Mu saja aku memohon dan bergantung dari segala hal,amiin.
Senin, 09 Mei 2016
HARUS BAGAI MANA KAH AKU?
Apakah akan terus begini dengan diriku? Oh tentu akan tetap seperti ini jika tidak di rubah oleh diri sendiri,sebab Tuhan tidak akan merubah keadaan suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak merubah nasibnya.
Dan apa yang harus diri ini kerjakan ? Ok itu yang mengetahui hanya diri sendiri dan Tuhan...
Kalau diri ini menyatakan " BINGUNG " dengan apa yang harus di mulai dan apa yang harus di kerjakan !
Itu harus tabah dengan penuh kesabaran serta harus rajin memohon petunjuk dan bimbingan kepada Tuhan dengan di wujudkan ihktiar mencari bukti kepada sesama.
Dan jika diri ini belum dan tidak mau berbicara dengan sesama yang dekat dengan lingkungan sendiri,karena alasan mereka semua dirasa kurang baik untuk diajak berbicara mengenai pekerjaan kehidupan...
Ya tetap memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan Petunjuk dan Bimbingan NYA karena Tuhan adalah Maha memberi Petunjuk dan Maha Pembimbing sebaik baik Pembimbing.
Titik.
Dan apa yang harus diri ini kerjakan ? Ok itu yang mengetahui hanya diri sendiri dan Tuhan...
Kalau diri ini menyatakan " BINGUNG " dengan apa yang harus di mulai dan apa yang harus di kerjakan !
Itu harus tabah dengan penuh kesabaran serta harus rajin memohon petunjuk dan bimbingan kepada Tuhan dengan di wujudkan ihktiar mencari bukti kepada sesama.
Dan jika diri ini belum dan tidak mau berbicara dengan sesama yang dekat dengan lingkungan sendiri,karena alasan mereka semua dirasa kurang baik untuk diajak berbicara mengenai pekerjaan kehidupan...
Ya tetap memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan Petunjuk dan Bimbingan NYA karena Tuhan adalah Maha memberi Petunjuk dan Maha Pembimbing sebaik baik Pembimbing.
Titik.
Rabu, 04 Mei 2016
PENGEMBARAAN PIKIRANKU
Saat ini sudah jam 00:50 wib,dan sudah hari Kamis,namun diri ini masih tetap terpaku dalam kebingungan dengan hal apa yang harus dikerjakan,sebab hidup ini membutuhkan syarat dan memerlukan satu pokok kegiatan yang tetap dinamis agar dalam menjalani hidup ini tetap nyaman.
Sedangkan bagi diri ini yang lemah kini sungguh tak berdaya,hanya rasa bingung dan jenuh lah yang kini terus bergolak di dalam pikiran,tidur di malam hari menjadi susah,bangun di siang hari terasa malas,untuk keluar dari rumahpun tak terpikirkan kalau hanya sekedar untuk nongkrong dan bergaul dengan orang orang sekitar,sebab hanya akan ngobrol kosong dan membicarakan kesulitan hidup masing masing.
Inilah nasib seorang yang tidak memiliki status,seorang pengangguran yang tidak memiliki keahklian,seorang bodoh yang tidak pernah ikut mengenyam pendidikan akademis,seorang yang hidup hanya memiliki impian dan harapan belaka.
Dan seperti kebiasaan yang sudah di jalaninya beberapa waktu ini,setelah terbangun dari tidur diri ini yang awal dilakukan seelah beres melaksanakan kegiatan wajibnya adalah membuka kotak informasi yang praktis yaitu hp,sebab ini dianggap yang paling penting di usia tua diri ini,karena memang tujuan hidup diri ini yang menjadi sebab dan di haruskan bagi diri ini adalah " Dia Pujaan qalbu ".
Dia terpisahkan tanpa ada bisa terdengar dan terlihat hampir 27 tahun lebih,dan kini dia ada bisa ku tahu,walaupun beberapa hari terakhir ini diri ini hanya bisa mengintip di halaman sosmed nya di FB,sebeb di Whatsapp nya mungkin dia sudah tidak lagi memeperhatikan dan mungkin diri ini juga tidak terlalu penting.
Memang diri ini secara pribadi mengakui siapa diriku,dan apa arti ku buat dia,namun bagi diri ini yang terpenting selalu menyalami dan mendoakan nya,sebab saat ini kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Gusti bagi diri ini adalah ini adanya.
Terkadang diri ini pun merasa malu sendiri,merindu dan mengharapkan dia sang pujaan qalbu yang jelas dan pasti kalau dia sudah berubah dari status dan gaya hidup,sedangkan diri ini dari pada berubah ke tingkatan yang lebih malah semakin terpuruk.
Memang setiap diri akan memanen sebanya yang ia tanam,hal ini ku sadari,semenjak 27 tahun dulu yang ku tanam bagi dia adalah harapan dan merindukannya,waktu ku lewati hanya untuk memohon dan meminta kepada Dia Robbiku agar diri ini sebelum berpulang bisa dipertemukan,bisa mendengar suaranya,bisa memandang bola matanya,bisa menangis di pangkuannya.
Sungguh apa yang ku minta dan ku mohonkan Gusti Robbi mewujudkannya,namun pikiran dan kemauan hatiku bertambah,ingin rasanya diri ini menzariahkan serta berbakti kepada dia pujaan qalbuku dengan nyata.
Namun apa yang akan dipersembahkan kepada dia,sebab ternyata diri ini tidak memiliki apapun selain rasa kasih,rasa cinta rasa rindu belaka.
Ohk ya Robbiku yang Maha Lembut lagi Maha Kaya.tlonglah diri ini ya Robb......
Sedangkan bagi diri ini yang lemah kini sungguh tak berdaya,hanya rasa bingung dan jenuh lah yang kini terus bergolak di dalam pikiran,tidur di malam hari menjadi susah,bangun di siang hari terasa malas,untuk keluar dari rumahpun tak terpikirkan kalau hanya sekedar untuk nongkrong dan bergaul dengan orang orang sekitar,sebab hanya akan ngobrol kosong dan membicarakan kesulitan hidup masing masing.
Inilah nasib seorang yang tidak memiliki status,seorang pengangguran yang tidak memiliki keahklian,seorang bodoh yang tidak pernah ikut mengenyam pendidikan akademis,seorang yang hidup hanya memiliki impian dan harapan belaka.
Dan seperti kebiasaan yang sudah di jalaninya beberapa waktu ini,setelah terbangun dari tidur diri ini yang awal dilakukan seelah beres melaksanakan kegiatan wajibnya adalah membuka kotak informasi yang praktis yaitu hp,sebab ini dianggap yang paling penting di usia tua diri ini,karena memang tujuan hidup diri ini yang menjadi sebab dan di haruskan bagi diri ini adalah " Dia Pujaan qalbu ".
Dia terpisahkan tanpa ada bisa terdengar dan terlihat hampir 27 tahun lebih,dan kini dia ada bisa ku tahu,walaupun beberapa hari terakhir ini diri ini hanya bisa mengintip di halaman sosmed nya di FB,sebeb di Whatsapp nya mungkin dia sudah tidak lagi memeperhatikan dan mungkin diri ini juga tidak terlalu penting.
Memang diri ini secara pribadi mengakui siapa diriku,dan apa arti ku buat dia,namun bagi diri ini yang terpenting selalu menyalami dan mendoakan nya,sebab saat ini kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Gusti bagi diri ini adalah ini adanya.
Terkadang diri ini pun merasa malu sendiri,merindu dan mengharapkan dia sang pujaan qalbu yang jelas dan pasti kalau dia sudah berubah dari status dan gaya hidup,sedangkan diri ini dari pada berubah ke tingkatan yang lebih malah semakin terpuruk.
Memang setiap diri akan memanen sebanya yang ia tanam,hal ini ku sadari,semenjak 27 tahun dulu yang ku tanam bagi dia adalah harapan dan merindukannya,waktu ku lewati hanya untuk memohon dan meminta kepada Dia Robbiku agar diri ini sebelum berpulang bisa dipertemukan,bisa mendengar suaranya,bisa memandang bola matanya,bisa menangis di pangkuannya.
Sungguh apa yang ku minta dan ku mohonkan Gusti Robbi mewujudkannya,namun pikiran dan kemauan hatiku bertambah,ingin rasanya diri ini menzariahkan serta berbakti kepada dia pujaan qalbuku dengan nyata.
Namun apa yang akan dipersembahkan kepada dia,sebab ternyata diri ini tidak memiliki apapun selain rasa kasih,rasa cinta rasa rindu belaka.
Ohk ya Robbiku yang Maha Lembut lagi Maha Kaya.tlonglah diri ini ya Robb......
Langganan:
Postingan (Atom)